<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Child Development &#187; kognitif</title>
	<atom:link href="http://tumbuhkembanganak.edublogs.org/tag/kognitif/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tumbuhkembanganak.edublogs.org</link>
	<description>Exploring Child Development, Child Psychology, Child Education, Child Health and Nutrition, and Child Care</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Nov 2009 05:22:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Karakteristik Remaja</title>
		<link>http://tumbuhkembanganak.edublogs.org/2008/05/26/karakteristik-remaja/</link>
		<comments>http://tumbuhkembanganak.edublogs.org/2008/05/26/karakteristik-remaja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 18:31:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Last Reflex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Child Development]]></category>
		<category><![CDATA[kognitif]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tumbuhkembanganak.edublogs.org/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[KARAKTERISTIK REMAJA
oleh : Melly Latifah (2008)
Periode remaja adalah masa transisi dari periode anak-anak ke periode dewasa. Periode ini dianggap sebagai masa-masa yang amat penting dalam kehidupan seseorang khususnya dalam pembentukan kepribadian individu.
Kebanyakan ahli memandang masa remaja harus dibagi dalam dua periode karena terdapat ciri-ciri perilaku yang cukup banyak berbeda dalam kedua (sub) periode tersebut. Pembagian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KARAKTERISTIK REMAJA</p>
<p>oleh : Melly Latifah (2008)</p>
<p style="text-align: justify">Periode remaja adalah masa transisi dari periode anak-anak ke periode dewasa. Periode ini dianggap sebagai masa-masa yang amat penting dalam kehidupan seseorang khususnya dalam pembentukan kepribadian individu.</p>
<p style="text-align: justify">Kebanyakan ahli memandang masa remaja harus dibagi dalam dua periode karena terdapat ciri-ciri perilaku yang cukup banyak berbeda dalam kedua (sub) periode tersebut. Pembagian ini biasanya menjadi: periode remaja awal (early adolescence), yaitu berkisar antara umur 13 sampai 17 tahun; dan periode remaja akhir, yaitu 17 sampai 18 tahun (atau umur dewasa menurut hukum yang berlaku di suatu negara).</p>
<p style="text-align: justify">Secara umum, periode remaja merupakan klimaks dari periode-periode perkembangan sebelumnya. Dalam periode ini apa yang diperoleh dalam masa-masa sebelumnya diuji dan dibuktikan sehingga dalam periode selanjutnya individu telah mempunyai suatu pola pribadi yang lebih mantap.</p>
<p style="text-align: justify">Pertumbuhan fisik dalam periode pubertas terus berlanjut sehingga mencapai kematangan pada akhir periode remaja. Masalah-masalah sehubungan dengan perkembangan fisik pada periode pubertas (malu, atau rendah diri, takut gemuk, pingin punya kumis dan lain-lain) masih berlanjut, tetapi akhirnya mereda (Irwanto, dkk., 1989).</p>
<p style="text-align: justify">Ciri-ciri perilaku yang menonjol pada usia-usia ini terutama terlihat pada perilaku sosial. Dalam masa-masa ini teman sebaya mempunyai arti yang amat penting. Mereka ikut dalam klub-klub, klik-klik atau geng-geng sebaya yang perilaku dan nilai-nilai kolektifnya sangat mempengaruhi perilaku serta nilai-nilai individu-individu yang menjadi anggotanya. Inilah proses dimana individu membentuk pola perilaku dan nilai-nilai baru yang pada gilirannya bisa menggantikan nilai-nilai serta pola perilaku yang dipelajarinya di rumah.</p>
<p style="text-align: justify">Remaja adalah seorang idealis, ia memandang dunianya seperti apa yang ia inginkan, bukan sebagaimana adanya. Ia suka mimpi-mimpi yang sering membuatnya marah, cepat tersinggung atau frustasi. Selain itu, oleh keluarga dan masyarakat ia dianggap sudah menginjak dewasa, sehingga diberi tanggung jawab layaknya seorang yang sudah dewasa. Ia mulai memperhatikan prestasi dalam segala hal, karena ini memberinya nilai tambah untuk kedudukan sosialnya di antara teman sebaya maupun orang-orang dewasa.</p>
<p style="text-align: justify">Periode remaja adalah periode pemantapan identitas diri. Pengertiannya akan “siapa aku” yang dipengaruhi oleh pandangan orang-orang sekitarnya serta pengalaman-pengalaman pribadinya akan menentukan pola perilakunya sebagai orang dewasa. Pemantapan identitas diri ini tidak selalu mulus, tetapi sering melalui proses yang panjang dan bergejolak. Oleh karena itu, banyak ahli menamakan periode ini sebagai masa-masa storm and stress.</p>
<p style="text-align: justify">Referensi :<br />
Seifert, K.L. &amp; Hoffnung, R.J. (1987). Child and Adolescent Development. Boston : Houghton Mifflin Co.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tumbuhkembanganak.edublogs.org/2008/05/26/karakteristik-remaja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Kognitif Remaja</title>
		<link>http://tumbuhkembanganak.edublogs.org/2008/05/26/perkembangan-kognitif-remaja/</link>
		<comments>http://tumbuhkembanganak.edublogs.org/2008/05/26/perkembangan-kognitif-remaja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 18:26:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Last Reflex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Child Development]]></category>
		<category><![CDATA[kognitif]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tumbuhkembanganak.edublogs.org/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[PERKEMBANGAN KOGNITIF REMAJA
oleh : Melly Latifah (2008)
1. Tahap Perkembangan Kognitif Remaja
Perkembangan kognitif remaja membahas tentang perkembangan remaja dalam berfikir (proses kognisi/proses mengetahui ). Menurut J.J. Piaget, remaja berada pada tahap operasi formal, yaitu tahap berfikir yang dicirikan dengan kemampuan berfikir secara hipotetis, logis, abstrak, dan ilmiah. Pada usia remaja, operasi-operasi berpikir tidak lagi terbatas pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PERKEMBANGAN KOGNITIF REMAJA</p>
<p>oleh : Melly Latifah (2008)</p>
<p>1. Tahap Perkembangan Kognitif Remaja</p>
<p style="text-align: justify">Perkembangan kognitif remaja membahas tentang perkembangan remaja dalam berfikir (proses kognisi/proses mengetahui ). Menurut J.J. Piaget, remaja berada pada tahap operasi formal, yaitu tahap berfikir yang dicirikan dengan kemampuan berfikir secara hipotetis, logis, abstrak, dan ilmiah. Pada usia remaja, operasi-operasi berpikir tidak lagi terbatas pada obyek-obyek konkrit seperti usia sebelumnya, tetapi dapat pula dilakukan pada proposisi verbal (yang bersifat abstrak) dan kondisi hipotetik (yang bersifat abstrak dan logis).</p>
<p>2. Kemampuan Kognitif Remaja</p>
<p style="text-align: justify">Berbagai penelitian selama dua puluh tahun terakhir dengan menggunakan berbagai pandangan teori juga menemukan gambaran yang konsisten dengan teori Piaget yang menyimpulkan bahwa remaja merupakan suatu periode dimana seseorang mulai berfikir secara abstrak dan logik (Carlson, Derry, Fouad, Jacobs, Krieg, &amp; Peterson, 1999). Berbagai penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang konsisten antara kemampuan kognitif anak-anak dan remaja. Dibandingkan anak-anak, remaja memiliki kemampuan lebih baik dalam berfikir hipotetis dan logis. Remaja juga lebih mampu memikirkan beberapa hal sekaligus &#8211; bukan hanya satu &#8211; dalam satu saat dan konsep-konsep abstrak (Keating, dalam Carlson, dkk., 1999). Menurut Nettle (2001), remaja juga dapat berfikir tentang proses berfikirnya sendiri, serta dapat memikirkan hal-hal yang tidak nyata &#8211; sebagaimana hal-hal yang nyata &#8211; untuk menyusun hipotesa atau dugaan.</p>
<p>3. Faktor Perkembangan Kognitif Remaja</p>
<p style="text-align: justify">Menurut pandangan teori pemrosesan informasi, kemampuan berfikir pada usia remaja disebabkan oleh meningkatnya ketersediaan sumberdaya kognitif (cognitive resource). Peningkatan ini disebabkan oleh automaticity atau kecepatan pemrosesan (Case; Keating &amp; MacLean; dalam Carlson, dkk. 1999); pengetahuan lintas bidang yang makin luas (Case, dalam Carlson, dkk. 1999); meningkatnya kemampuan dalam menggabungkan informasi abstrak dan menggunakan argumen-argumen logis (Moshman &amp; Frank, dalam Carlson, dkk., 1999); serta makin banyaknya strategi yang dimiliki dalam mendapatkan dan menggunakan informasi (Carlson, dkk., 1999).</p>
<p>Walaupun cara berfikir kelompok remaja (usia 11 tahun ke atas) berbeda dengan anak usia 7 – 11 tahun, akan tetapi bila ditelaah lebih jauh, di antara para remaja sendiri sering ditemukan perbedaan (Seifert dan Hoffnung, 1987). Perbedaan tersebut, menururt Torgesen (dalam Collins, dkk., 2001), terjadi antara lain karena faktor penggunaan strategi kognitif yang dimiliki oleh masing-masing individu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tumbuhkembanganak.edublogs.org/2008/05/26/perkembangan-kognitif-remaja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
